Selasa, Mei 26, 2015

Unnes Akan Latih 200 Guru Semarang

SemarangEdu.com     Selasa, Mei 26, 2015  No comments

Selasa,  26 Mei 2015  |  Hafid Amimah - SemarangEdu

MOU Unnes Diknas Semarang (foto: dok. Unnes)

Semarang Utara - Guru profesional itu harus memiliki karakter seperti Ki Hadar Dewantoro, yakni ketika didepan harus memiliki inspirasi, ditengah bersama-sama dengan siswa dan orang lain untuk membangun, ketika dibelakang mendorong serta memotivasi siswa untuk lebih pintar.

Pesan tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Fathur Rokhman MHum, saat melakukan penandatanganan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang, dalam ruang lingkup pengembangan sumber daya manusia Senin (25/5/2015) di Fakultas Bahasa dan Seni kampus Sekaran.

Selanjutnya, pasca penandatangan dilanjutkan dengan pelatihan berkelanjutan, yang diikuti 200 orang guru SD, SMP, dan SMA yang ditunjuk oleh Dinas.

Dalam kesempatan tersebut, dari Dinas Pendidikan Kota Semarang diwakili oleh Kasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Theresia Agni Sri Wiryanti MPd .

Prof. Fathur selanjutnya menyampaikan, bahwa kenyataan sekarang mengapa guru secara nasional itu dipandang kurang memiliki signifikasi kinerja guru terhadap prestasi siswa. Hal in terjadi karena jumlah guru di Indonesia terjadi mismatch. Selain itu mereka juga lulusan dari Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang tidak berstandar.

Salah satu penyebabnya yakni ketika rekrutmen guru di daerah, ditentukan dari daerah masing-masing. Sedangkan standar kelulusan kurang diperhatikan. Memang jumlah LPTK yang tidak berstandar itu lebih banyak dibandingkan den
gan LPTK yang berstandar akreditasinya.

Ini yang menjadi kenyataan sehingga pemerintah sekarang melakukan upaya di dalam penguatan LPTK melalui revitalisasi LPTK dengan menempatkan standar.

,

SemarangEdu.com


Portal Berita Pendidikan, menyajikan berita-berita pendidikan yang aktual dan akurat dari kota metropolis Semarang |
Baca halaman utama→

0 comments :

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.