Kamis, Juli 09, 2015

Empat Mahasiswa Unissula Ciptakan Alat Deteksi Banjir

SemarangEdu.com     Kamis, Juli 09, 2015  No comments

Senin,  22 Juni 2015  |  Hafid Amimah - SemarangEdu.com



Terboyo. Daerah bawah seperti kota Semarang, patut waspada terhadap bahaya Banjir. Upaya menghalau banjir salah satunya dengan pompa air.  Namun, keterlambatan menghidupkan pompa air bisa berakibat fatal. Hal ini yang menisprirasi empat mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula yakni Bisma Jona Saputtra, La Ode Abriaman, Wiwit Adi Saputra, dan Lubna membuat alat bernama "Suwlemon".

“Suwlemon merupakan alat yang mempunyai fungsi membuka atau menutup saklar pompa air untuk mengalirkan dan menghentikan air pada mesin pompa dengan cara mengirim SMS kepada alat Suwlemon ini.Alat ini memudahkan para pekerja pompa air pada PRPP dalam menyalakan saklar mesin pompa air” Ungkap Bisma.

Salah satu fitur alat ini adalah SMS. “Kita dapat mengetahui level air,mengaktifkan saklar dan menonaktifkan saklar dengan cara SMS," lanjutnya.

Selain itu, ada fitur EWS (Early Warning System) yang merupakan fitur dimana suatu saat banjir akan meluap dengan cepat maka alat ini dapat mengetahui dan dapat mengaktifkan pompa dengan cepat pula.

Fitur lainnya adalah Real Time System Control yaitu kita mendapatkan data (level air,suhu) dengan waktu tertentu,yang ketiga yaitu system security SMS yang di gunakan jika nantinya alat ini tidak bisa menerima SMS oleh orang lain selain pemilik.

Selain itu, ada fitur penggunaan daya yang relative kecil sehingga tidak boros serta adanya cadangan daya untuk antisipasi jika sumber tengangan utama padam

Suwlemon merupakan salah satu penelitian program kreatifitas mahasiswa terapan teknologi yang telah lolos dan dibiayai Dikti.  Alat ini akan coba diaplikasikan di PRPP Jawa Tengah yang mempunyai tiga titik saklar pompa air yang jaraknya cukup berjauhan.

,

SemarangEdu.com


Portal Berita Pendidikan, menyajikan berita-berita pendidikan yang aktual dan akurat dari kota metropolis Semarang |
Baca halaman utama→

0 comments :

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.