Jumat, Agustus 28, 2015

Undip Segera Miliki Usaha Transportasi Sendiri

SemarangEdu.com     Jumat, Agustus 28, 2015  No comments

Jumat, 28 Agustus  2015  |  Hafid Amimah - SemarangEdu.com

MOU RSND dengan Kejari Semarang (Foto: dok. Undip)

Tembalang– Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akan segera memiliki usaha bidang transportasi. Hal itu disampaikan Pembantu Rektor I Prof. Ir M. Zainuri pada minisimposium bersama BPJS Kesehatan sekaligus Sosialisasi Program BPJS Kesehatan bagi Civitas Akademika di Lingkungan Undip dan RSND, Kamis, (27/8/2015) di ruang Radiologis RSND (Rumah Sakit Nasional Diponegoro), Tembalang, Semarang.

Zainuri menyatakan bahwa dengan berubahnya status Undip menjadi PTN-BH, Undip akan segera membangun dan melaunching 15 komponen usaha untuk meningkatkan RGA yang salah satu usahanya dinamakan Undip Transport.

 “Memang PTN BH kata kuncinya adalah Undip harus memiliki Mandiri dalam artian mampu mengelola diri sendiri, mampu bekerjasama dengan pihak lain dan mampu mencukupi kebutuhan sendiri” tuturnya..

Pemenuhan kebutuhan transportasi terutama untuk lokal Undip ini mendukung semua aspek. Transportasi ini akan mempermudah pula akses pasien yang akan berobat di RSND.  “Semoga ini bisa mempercepat operasional BPJS Kesehatan di RSND” jelasnya.

Direktur RSND Prof. Susilo Wibowo, menyambut baik hal tersebut berkaitan dengan kerjasama dengan BPJS “BPJS mempersyaratkan adanya transportasi yang lewat di depan RSND untuk mempermudah akses bagi pasien”, jelas Susilo.

Pada kesempatan tersebut, juga diadakan penandatangan MOU RSND dengan Kejaksaan Negeri Semarang. Penandatangan MOU ini menandakan bukti kesadaran RSND tentang pentingnya pengelolaan yang jujur dan terbuka sehingga perlu pendampingan dari Kajari dalam mempelajari sistem hukum dan perundangan terutama di bidang kesehatan.

,

SemarangEdu.com


Portal Berita Pendidikan, menyajikan berita-berita pendidikan yang aktual dan akurat dari kota metropolis Semarang |
Baca halaman utama→

0 comments :

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.