Jumat, September 18, 2015

Doakan Korban Crane Mekah, Siswa Nasima Menangis

SemarangEdu.com     Jumat, September 18, 2015  No comments

Jumat, 18 September  2015  | Arif Banaran - SemarangEdu.com

Siswa Nasima doa bersama (Foto: dok. Nasimaedu)

Puspanjolo– Senin (14/9/2105) ratusan siswa SD Nasima berkumpul untuk melaksanakan istighosah atau doa bersama bagi korban kecelakaan crane di masjidil haram, beberapa hari yang lalu. kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi sekolah tersebut mulai kelas I sampai Kelas VI dan seluruh guru karyawan. Siswa-siswa tersbut khusyuk mengikuti kegiatan bahkan beberapa diantaranya terlihat meneteskan air mata.

Kegiatan ini menurut Kepala SD Nasima, Muhammad Muhson dilakukan sebagai wujud empati kepada jamaah haji yang menjadi korban musibah tersebut dan juga bentuk dukungan  kepada para calon jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadahnya di tanah suci.

 “Mari anak-anak kita bersama-sama memohon kepada Allah Swt agar saudara-saudara kita yang telah wafat dalam musibah robohnya  crane di Makkah diampuni segala khilafnya, diterima segala amal baiknya. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan  dan kesabaran," ajaknya kepada siswa peserta istighosah.

Humas Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Muslihudin  mengatakan bahwa doa bersama untuk para calon jamaah haji di Makkah juga dilakukan serentak di seluruh unit sekolah di bawah YPI Nasima.

“Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh unit sekolah agar pagi ini digelar doa bersama.  Alhamdulillah, semua unit  baik KB-TK, SD, SMP, dan SMA menggelar doa bersama.  Mudah-mudah kejadian serupa tidak terulang dan semoga ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk siapa saja terutama bagi Kerajaan Arab Saudi agar  dalam penyelenggaraan ibadah haji lebih  mengutamakan keselamatan jamaah” tutur pria yang akrab disebut pak Didin ini. (nasima edu)

,

SemarangEdu.com


Portal Berita Pendidikan, menyajikan berita-berita pendidikan yang aktual dan akurat dari kota metropolis Semarang |
Baca halaman utama→

0 comments :

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.