Kamis, Desember 31, 2015

Buwas Ingin Udinus Jadi Kampus Bebas Narkoba Pertama di Indonesia

SemarangEdu.com     Kamis, Desember 31, 2015  No comments

Kamis, 31 Desember 2015  | Abe Ziyad - SemarangEdu.com

(Komjen Pol) Budi Waseso di studio TVKU(foto dok. Udinus)

Tugumuda. Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) adalah salah satu kampus yang mendukung gerakan memberantas pengguna dan pengedar zat terlarang. Salah satunya adalah dengan mensyaratkan bebas narkoba untuk calon mahasiswa barunya melalui tes urin. Selain itu, di kampus biru ini juga diberlakukan Jam malam sejak beberapa waktu yang lalu. Hal itulah yang mendasari apresiasi dari Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Waseso.

“Gerakan Anti Narkoba di kampus Udinus ini telah saya dengar gaungnya dari BNNP, dan saya sangat mengapresiasinya,” tandas Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Senin sore  (28/12) di studio TVKU Udinus.

Ia juga mengharapkan, dengan telah dicanangkannya Udinus sebagai kampus pertama yang anti narkoba di Jawa Tengah, nantinya Udinus juga meningkat menjadi kampus bebas narkoba pertama di Indonesia.

Upaya memerangi narkoba ini membutuhkan dukungan semua pihak terutama media. Paling tidak itu tercermin pada wacana saat pihaknya meyiapkan buaya penjaga sel. “Wujud respon masyarakat dari pemberitaan ini sangat positif. Masyarakat ada yang menyumbang buaya dari Sulawesi dan Papua. Usia buaya tersebut sudah diatas 35 tahun jadi siap kerja semua” ujar lelaki yang akrab dipanggil Buwas ini.

Mantan orang nomor satu di bareskrim ini menyatakan masifnya peredaran narkoba di Indonesia saat ini. “Indonesia adalah pangsa pasar narkoba terbesar di Asia. Dari data BNN, peredaran narkoba di negara kita telah menjadi industri yang tersistematis, 30 sampai 40 orang mati perhari akibat barang terlarang ini,” jelas Buwas.

,

SemarangEdu.com


Portal Berita Pendidikan, menyajikan berita-berita pendidikan yang aktual dan akurat dari kota metropolis Semarang |
Baca halaman utama→

0 comments :

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.