Sabtu, Januari 02, 2016

Kemdikbud Buka Peluang Guru Swasta Mengajar Sekolah Indonesia Luar Negeri

SemarangEdu.com     Sabtu, Januari 02, 2016  No comments

Sabtu, 2 Januari 2016  | Ibnu Umar - SemarangEdu.com

Sekolah Republik Indonesia Tokyo(foto dok. silnkemendikbud)

Jakarta. Awal tahun ini ada kabar gembira bagi para guru swasta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI membuka kesempatan bagi guru swasta untuk melamar menjadi guru pada sekolah Indonesia di luar negeri. Melalui pengumuman nomor: 105229/A1/LN/2015 tertanggal 31 Desember 2015 disebutkan, hal itu diadakan dalam rangka mempersiapkan calon pengganti Guru Sekolah Indonesia di luar negeri yang telah berakhir masa tugasnya pada tahun 2015.

Peluang ini hanya dapat diikuti oleh guru swasta yang akan diikat dengan perjanjian kerja selama 2 tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Beberapa guru mata pelajaran yang dibutuhkan diantaranya Bahasa Indonesia (Yangon dan Tokyo), Pendidikan Agama Islam (Tokyo), IPA Biologi (Kuala Lumpur) dan Guru Kelas (Kuala Lumpur).  Masing-masing dibutuhkan 1 orang kecuali Kuala Lumpur 2 orang.

Calon peminat dapat mendaftar sejak diumumkan hingga 15 Januari 2016. Pendaftaran dilakukan secara online melalui form online berikut:  formulir pendaftaran calon guru SILN. Pelamar cukup mengisi form tersebut, tanpa melampirkan kelengkapan berkas, 

Semua proses ini adalah gratis, Kemdikbud mewanti-wanti pelamar agar tidak terpancing oleh tawaran dari pihak manapun yang mengaku dapat membantu pelamar agar lolos sebagai Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Panitia Seleksi tidak melayani komunikasi dengan pelamar dalam bentuk apapun. Untuk itu, Pelamar diharapkan selalu memantau perkembangan informasi yang diumumkan pada portal resmi Kemdikbud RI.

, ,

SemarangEdu.com


Portal Berita Pendidikan, menyajikan berita-berita pendidikan yang aktual dan akurat dari kota metropolis Semarang |
Baca halaman utama→

0 comments :

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.