Sabtu, Januari 23, 2016

Pengurus PB-PGRI Datangi Kemdikbud, Ada Apa?

SemarangEdu.com     Sabtu, Januari 23, 2016  No comments

Hafiz Amimah - SemarangEdu.com

Audiensi Mendikbud dan PGRI (foto: dok. kemdikbud)

Jakarta. Ketua Umum PB-PGRI, Sulistyo, mendatangi kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Kamis, (21/1). Kedatangannya bersama puluhan pengurus PB PGRI untuk melakukan audiensi langsung dengan Mendikbud, Anies Baswedan.

Dalam audiensi yang dihadiri oleh Mendikbud ini, Sulistyo menyampaikan beberapa poin aspirasi para pengurus PGRI dan guru-guru dari berbagai wilayah Indonesia yang telah dirangkumnya.

Beberapa di antaranya mengenai uji kompetensi guru, guru honorer, dan tunjangan profesi guru.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mendikbud mengatakan akan terus berusaha meningkatkan kualitas guru, serta menjalankan strategi pengembangan guru dan peningkatan kinerja guru. Karena itu dibutuhkan dukungan dan kerja sama dari pihak lain, seperti organisasi profesi guru, salah satunya PGRI.

Menurutnya kebijakan pemerintah, termasuk bidang pendidikan, selalu ada perbedan pandangan dari berbagai pihak. Namun perbedaan tersebut harus bisa menjadi sumber kekayaan pikiran sehingga dalam melahirkan kebijakan bisa memasukkan pertimbangan dari berbagai aspek. “Lawan dalam debat adalah teman dalam berpikir,” tutur Mendikbud.

Mendikbud yang didampingi sekjen kemendikbud, Didik Suhardi dan dirjen GTK, Sumarna Surapranata mengajak PGRI sebagai asosiasi profesi guru terbesar di Indonesia untuk bersama-sama menemukan solusi atas berbagai masalah pendidikan di Indonesia demi pembangunan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

“Kita sama-sama konstruktif. Kita terbuka untuk berdialog, mengkaji permasalahannya, dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Kita ingin membangun tradisi governance yang baik, tata kelola pemerintahan yang baik,” jelasnya.

,

SemarangEdu.com


Portal Berita Pendidikan, menyajikan berita-berita pendidikan yang aktual dan akurat dari kota metropolis Semarang |
Baca halaman utama→

0 comments :

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.