Rabu, November 23, 2016

Mitra USAID PRIORITAS Jateng Layak Tiru UINSA

SemarangEdu.com     Rabu, November 23, 2016  No comments

Rabo, 23 Nopember 2016  | Hafiz Amimah - SemarangEdu.com
Contoh B3 UINSA (foto: istimewa)
Semarang. Setelah UIN Sunan Ampel (UINSA) yang bekerja sama dengan Badan Arsip dan Perpustakaan Surabaya sukses mengembangkan 56 judul buku bacaan berjenjang untuk siswa kelas awal SD/MI, kini mitra USAID Prioritas baik di Jateng maupun daerah lain diharap bisa meniru. 

Hal tersebut disampaikan oleh kordinator Teknis B3 USAID PRIORITAS Jateng, Djuneidi Saripurnawan sebagaimana rilis yang diterima SemarangEdu.com, Rabo (23/11). “Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan mengembangkan buku bacaan berjenjang (B3) dengan konteks Surabaya," ucap Djunaedi.

Selain apresiasi kesuksesan ini, dirinya juga mengharap mitra USAID Prioritas selain UINSA dapat pula meniru, terutama mitra di Jateng yang telah menerima sejutaan buku B3, "Di Jawa Tengah, 98% buku B3 USAID PRIORITAS telah terdistribusi dari total 1,3 juta buku. Setelah sekolah/madrasah mendapat pelatihan, penerima buku akan didampingi untuk implementasinya. Semoga langkah dari UINSA akan di tiru oleh  mitra lainnya,” sambungnya.

Buku bacaan berjenjang adalah buku yang isinya disesuaikan dengan jenjang (tingkat) kemampuan membaca siswa. Isi buku mulai terdiri dari satu kata dan satu gambar untuk siswa yang baru belajar membaca, sampai yang terdiri dari beberapa paragraf dan gambar untuk siswa yang sudah lancar membaca.

Selama ini, USAID PRIORITAS selalu mendorong semua pihak untuk mengembangkan produk dari Program USAID PRIORITAS. Baik itu modul pembelajaran aktif, modul pembelajaran kontekstual, modul manajemen berbasis sekolah maupun buku-buku sumber yang dikembangkan lainnya. 

, ,

SemarangEdu.com


Portal Berita Pendidikan, menyajikan berita-berita pendidikan yang aktual dan akurat dari kota metropolis Semarang |
Baca halaman utama→

0 comments :

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.